Rabu, 20 April 2011

Kuliah Terus Bekerja atau Membuka Usaha Sambil Kuliah

Kuliah kuliah kuliah ya suatau kata yang menjadi harapan banyak setelah kita menyelesaikan studi yang diberi nama KULIAH. Banyak harapan yang akan suatu masa depan setelah kita mengenyam pendidikan di bangku kuliahan. Tapi apakah itu semuanya akan terjadi, sedangkan pengangguran saja banyak dari kalangan sarjana, banyak pula yang namanya pengangguran “terselubung” lho kok bias disebut pengangguran terselubung? Kenapa? Mungkin pertanyaan itu akan terbelesit didalam benak kita bila kita mendengar kata tersebut. Pengangguran kok terselubung sedangkan yang namanya pengangguran kerjanya Cuma sekedar lontang-lantung ga ada kerjaan yang ada Cuma makan tidur makan tidur  hahaha sedikit usaha banyak keinginan, ingin ini, ingin itu dan sebagainya.
Penganguran terselubung apa ya saya juga kurang memahami apa yang dimaksud sebenarnya dengan pengangguran terselubung…mmmmmmmhhhhh, mungkin seseoarang yang bekerja tapi tidak bekerja sesuai dengan bidang yang dia punya misalkan seorang yang kuliah di ekonomi kayak saya hehehehe bekerja dtidak didalam bidang ekonomi bekerja nya di bidang pertanian mengurus lahan pertanian dan sebagainya,seperti itu lah yang kira saya tau arti dari pengangguran terselubung hehehehe.




Aduuuuh ko jauh banget ya dari judul yang diatas heheheh ini, mari kita luruskan bersama. Kuliah Terus Bekerja atau Membuka Usaha Sambil Kuliah ya itu yang menjadi harapan sebagian mahasiswa setelah lulus kuliah kebanyakan para mahasiswa orientasi pertama kali adalah ingin mendapatkan kerja sesuai dengan bidang yang dia emban/enyam selama dia menjalani masa-masa kuliah hihihi. Kenapa demikian dikarenakan secara tidak langsung doktrin yang diberikan oleh orang tua kepada kita semasa kecil selalu bekerja bekerja bekerja dengan “ kalo kamu bekerja apa lagi menjadi PNS ( ngarep.com ) kamu akan hidup nya terjamin mendapatkan tunjangan ini, itu dan sebagainya hah hari gini masih pingin kerja hahaha kalo saya sih tidak ingin bekerja dengan orang lain akan tetapi membuat orang lain bekerja untuk kita karena kita dapat membanu pemerintah mengurangi pengangguran heheheheh.
Kenapa orang tua selalu menginginkan kita untuk bekerja tidak membuka usaha sendiri mencipatakan lapangan pekerjaan untuk orang lain, membantu orang lain yang kurang beruntung untuk mengurangi sedikit beban nya.
Hal ini menjadi dilemma pada setiap orang apakah dia akan bekerja kepada orang lain atau dia ingin membuka usaha dan mempekerjakan orang lain?. Di satu sisi dia tidak memiliki modal cukup untuk menjalankan usaha yang ingin dia rintis di satu sisi dia ingin bekerja dikarenakan adanya pertimbangan-pertimbangan lainnya yang diberikan oleh orang tua maupun oleh lingkungan sekitar.
Ini semua sebenarnya menjadi pilihan, kenapa dijadikan pilihan karena kita hidup tidak selamanya bergantung kepada orang lain, kita yang menentukan pilihan mita ingin seperti apa kedepannya, ingin menjadi apa dan ingin bagaimana. Dikarenakan antara bekerja dan membuka usaha semuanya sama-sama memiliki nilai positif dan negative didalam menjalankannya.
Orang yang memiliki jiwa usaha maka orang tersebut akan berani mengambil resiko untuk usaha yang akan dia buka tentang perhitungan kalo dia mengalami kerugian ataupun tidak. Orang yang mempunyai jiwa usaha selalu berusaha menemukan inovasi-inovasi baru, selalu berfikir disetiap apa yang ada dilingkungan sekitarnya. Ciputra pernah mengungkapkan bahwa dia akan merasa rugi apa bila dia tidur terlalu lama, mungkin ini yang membuat kita binegung mengapa dia dapat berfikir seperti itu? Dikarenakan pada saat dia tidur terlalu lama maka dia akan kehilangan kesempatan untuk berfikir menemukan suatu yang baru, suatu inovasi baru.
Didalam menentukan ataupun menumukan usaha yang diamana nantinya akan berkembang pesat sangatlah sulit tdak seperti kita memakan cabai yang dimana begitu dimakan akan terasa pedasnya cabai tersebut. Dunia usaha perlu yang memikirkan bagaimana kita mempertahankan usaha yang kita miliki, bagaimana kita memanajemen seseorang karyawan agar mau merasa memiliki usaha tempat dimana dia bekerja. Dikarenakan pada saat seorang karyawan merasakan memiliki maka dia akan loyal terhadap perusahaan, loyal terhadap atasan.
Kembali lagi kepokok bahasan bahwa tidak dipungkiri pada saat jaman sekarang banyak mahasiswa yang mempunyai usaha sejak dia masih duduk dibangku perkuliahan, tidak sedikit pula yang bangkrut tidak dapat mempertahankan usaha yang dia bangun. Oleh aka dari itu belajar dari apa yang orang lain rasakan yang orang lain jalani kita harus dapat memastikan untuk kehidupan masa depan kita bagaimana? Apakah kita ingin bekerja menjadi kayawan yang penuh dengan tekanan atau menjadi pemilik perusahaan.
Semua merupakan pilihan dari teman-teman smuanya apakah anda termasuk orang yang berjiwa usaha tingi atau memiliki mental yang disuruh-suruh hehehhehehe.
Wassalamualaikum warah matullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar